Laman

Sabtu, 25 September 2010

GLOBAL WARMING DAN AKIIBATNYA


Apa Itu Global Warming?

Saat ini, hampir seluruh penduduk dunia merasakan suhu udara yang semakin panas. Kekeringan terjadi di mana-mana. Musim yang tidak menentu menyebabkan gagal panen, terutama di kalangan petani tradisional. Konon menurut para ahli, kondisi demikian merupakan dampak global warming.

Global warming merupakan istilah yang menunjukkan peningkatan suhu rata-rata udara permukaan bumi dan lautan. Suhu udara rata-rata permukaan bumi meningkat 0.740 ± 0.180 C dalam 100 tahun terakhir. Suhu global cenderung meningkat sebesar 1.10 sampai 6.40 C antara tahun 1990 dan 2100. Artinya, bencana tersebut sudah di ambang pintu alias di depan mata. Diperkirakan 30 tahun mendatang air laut naik 10 meter dan akan sanggup menenggelamkan demikian banyak wilayah di Indonesia, bahkan dunia. Jika peristiwa itu benar terjadi, sama artinya tragedi bagi umat manusia di bumi.

Penyebab utama global warming adalah tingginya level greenhouse gases (gas-gas rumah kaca), terutama CO2 (karbondioksida) dan metana di atmosfer akibat aktifitas manusia, seperti tingginya laju pembakaran bahan bakar fosil—seperti bensin, solar, dan lainnya—dan perubahan fungsi lahan terutama deforestasi (penebangan hutan)..

Global warming telah terbukti memiliki dampak yang sangat luas pada kehidupan manusia. Tejadinya berbagai bencana alam, seperti gelombang panas, badai tropis, banjir, tsunami, atau kekeringan berkepanjangan yang melanda beberapa negara beberapa tahun terakhir ini ditengarai merupakan efek dari global warming. Selain menelan korban jiwa, bencana-bencana tersebut telah menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial yang sangat besar. Meningginya level permukaan laut akibat global warming juga telah menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat penghuni pulau-pulau kecil di beberapa negara akan keberadaan tempat tinggalnya pada beberapa tahun yang akan datang.

Global warming juga diyakini sebagai penyebab munculnya wabah berbagai penyakit. Dimana, perubahan iklim dapat merubah pola distribusi dari vektor-vektor tersebut dan juga mempengaruhi laju reproduksi dan maturasi (pematangan benih) dari agen infektif yang ada di dalam tubuh vektor.Kondisi inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian Malaria dan Dengue pada beberapa negara, termasuk Indonesia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa dampak dari global warning (pemanasan global) atau perubahan iklim cuaca sudah menjadi isu internasional yang dikampanyekan untuk segera dicarikan solusinya. Bahkan merupakan salah satu isu yang sangat penting di seluruh dunia saat ini, selain terorisme. Gegap-gempita penyelamatan alam semesta sudah dimulai sejak KTT Bumi di Rio de Janeiro, Juni 1992. Tercatat 154 kepala negara menyepakati hasil Konvensi Perubahan Iklim (Convention on Climate Change) yang mulai diberlakukan pada 1994. Langkah terus berlanjut dengan disetujuinya Protokol Kyoto I dan II, dimana negara-negara industri yang merupakan agen terbesar terjadinya global warming harus menurunkan secara sistematis emisi CO2 dan gas rumah kaca.

Kampanye selanjutnya berlangsung di Bali, Indonesia pada 3 – 14 Desember 2007. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang menarik. Mengingat Indonesia merupakan paru-paru dunia yang memiliki luas hutan terbesar di dunia sehingga tidak hanya untuk Indonesia sendiri, namun negara-negara lain pun memiliki kepentingan terhadap kelestarian hutan yang ada di Indonesia.

Bencana Alam yang ditimbulkan oleh Pemanasan Global

Badai tropis


Badai Tropis atau umumnya disebut Siklon Tropis adalah fenomena alam berupa pusaran angin, hujan dan badai petir dalam suatu daerah tertutup. Siklon tropis hanya dapat tumbuh dan berkembang di atas wilayah perairan tropis dan sub tropis yang hangat dengan kelembaban udara tinggi. Di seluruh dunia terdapat sejumlah wilayah–wilayah perairan tempat tumbuh dan berkembangnya siklon tropis dengan pola musiman yang khas di setiap wilayah.

Walaupun merupakan fenomena yang tumbuh di lautan, pergerakan siklon tropis dapat mengarah ke daratan sehingga dapat menimbulkan bencana serius dengan kerugian material dan korban manusia yang besar. Pergerakan Badai Tropis selalu menjauhi lintang ekuator, sehingga tidak mungkin melintasi daratan Indonesia, walaupun demikian wilayah Indonesia dapat terkena pengaruh tidak langsung dari badai tersebut.

Dengan mengetahui pergerakan badai tropis serta memahami dampak yang bisa ditimbulkannya, maka kita dapat melakukan upaya antisipasi untuk mencegah kerugian lebih besar.

Hujan Asam (H2SO4)


Hujan asam adalah suatu masalah lingkungan yang serius yang benar-benar difikirkan oleh manusia. Ini merupakan masalah umum yang secara berangsur-angsur mempengaruhi kehidupan manusia. Istilah hujan asam tidaklah tepat, yang benar adalah deposisi asam.

Deposisi asam ada dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering ialah peristiwa kerkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran.

Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.
Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.

Banjir


Banjir adalah peristiwa tergenangnya suatu wilayah oleh air, baik oleh air hujan, air sungai, maupun air pasang. Banjir biasanya disebabkan oleh kurangnya daerah resapan air. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi tidak semuanya diserap oleh tanah, tetapi sebagian lagi dialirkan ke permukaan sungai. Ketika hutan semakin berkurang akibat penebangan liar, maka fungsi hutan sebagai resapan air juga berkurang. Hal ini diakibatkan karena ketika ada hutan, maka air hujan yang jatuh tidak langsung diserap oleh tanah, tetapi ditahan oleh serasah (dedaunan yang telah lapuk) dan akar-akar tanaman. Ketika air tergenang oleh serasah dan akar tanaman, maka kesempatan tanah untuk menyerap air akan semakin lama. Akibatnya banyak air yang akan tersimpan di hutan. Berbeda dengan ketika hutan tidak ada, maka air hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan langsung dialirkan ke sungai, dan hanya sedikit air hujan yang diserap oleh tanah, akibatnya air hujan yang dialirkan ke sungai bertambah banyak dan tidak sesuai lagi dengan daya tampung sungai maka air akan meluap dan terjadilah banjir.

Faktor lain yang menyebabkan banjir adalah curah hujan tinggi, sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, penyumbatan sungai akibat pembuangan sampah ke sungai, dan dibangunnya rumahrumah di sekitar sungai akibat semakin berkurangnya lahan untuk perumahan, dan sedikitnya lahan kosong untuk resapan air serta tidak adanya tumbuhan untuk meresap air hujan.

Kekeringan


Kekeringan adalah merupakan salah satu bencana yang sulit dicegah dan datang berulang. Secara umum pengertian kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah dari kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Terjadinya kekeringan di suatu daerah bisa menjadi kendala dalam peningkatan produksi pangan di daerah tersebut. Di Indonesia pada setiap musim kemarau hampir selalu terjadi kekeringan pada tanaman pangan dengan intensitas dan luas daerah yang berbeda tiap tahunnya.

Kekeringan merupakan salah satu fenomena yang terjadi sebagai dampak penyimpangan iklim global. Dewasa ini bencana kekeringan semakin sering terjadi bukan saja pada periode tahun-tahun El Nino, tetapi juga pada periode tahun dalam keadaan kondisi normal.

Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun demikian, suatu kekeringan yang singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Bobodoran Part II


Nuntut Elmu

Hiji poe Bu Mirna guru SD kelas lima keur nerangkeun hal kawajiban nuntut elmu. Sanggeus nerangkeun tuluy Bu Mirna nanya ka barudak kelas lima.

Bu Mirna, "Barudak, ari nuntut elmu teh kawajiban saha? Naha kawajiban Ibu atawa maneh?"

Barudak, "Maneeehh......!" Ceuk barudak saur manuk.

Bu Mirna baeud.

2 X 2 = 0

Basa dina pelajaran matematika SD,

Guru : "Opat tambah dua sabaraha Nang?"

Unang : "Genep Pa"

Guru : "Alus, ari lima dikurang dua sabaraha Ti?"

Tuti : "Tilu.."

Guru : "Bener... ari dua dikali dua sabaraha Lih?"

Olih (bari luak-lieuk) : "Seep Pa Guru ...."

Guru : "Naha bisa kitu Lih ?"

Olih : "Muhun pami tangkal sampeu dua dikali duanana nya seep we..."

Guru : "??!!"

Budak Angkot

Dina hiji poe, aya ibu-ibu numpak angkot bari ngangais budak. tapi tisabareng naek angkot, eta budak teh teu eureun ceurik wae,

tayohnamah eta budak teh hayangeun nyusu tapi indungna eraeun da puguh angkot teh pinuh, tuluy wae ku indungna di beberah sina repeh, tapi eta budak kalah beuki tarik ceurikna teh.nya akhirna mah indungna ngelehan era era oge susuna dikaluarkeun tuluy di asongkeun kabudakna bari tuluy dirungkupan ku samping.

teu kosi lila eta budak kaluar nolol tina samping bari pok ngomong ka penumpang sejena "ngalaleueut a ......"

Draft

draft

-explains what human reproduction?
-explain the male and female reproductive organs
-describes the process of fertilization until the pregnancy
-explain the disease in the human reproductive system

Selasa, 21 September 2010

Bobodoran :D


Mimpi Malam Jum'at

Orang Jawa dengan menggunakan bahasa sunda tetapi logatnya memakai bahasa Jawa bercerita kepada Orang Sunda tentang mimpinya di malam Jum'at.


Orang Jawa : "Mas abdi wengi ngimpen

Orang Sunda : "ngimpen naon mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen bobo jeung nu geulis."

Orang Sunda : "Kumaha dina jero impenannana?"

Orang Jawa : "Pokona endah pisan ngan pas abdi gugah nu geulis teh hento aya, pan abdi teh kesel ah abdi teh bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh ngimpen deui."

Orang Sunda : "Bari kerung, ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen gaduh acis seueur pisan. Pas abdi gugah dicabakan dina pesak calana, acisna hento aya ah abdi teh kesel bobo deui we."

Orang Jawa : "Eh abdi ngimpen deui"

Orang Sunda : "Ngimpen naon deui mas?"

Orang Jawa : "Ngimpen ee"

Orang Sunda : "Kumaha tah?"

Orang Jawa : "Pas abdi gugah, dicabak teh aya ee teh. Hahahahahahaha...."


Budak Boloho

Si Encep budak kelas opat SD keur gundem catur jeung bapana.

Encep : "Pa, Encep enjing bade ulangan Matematika. Pami Encep kenging peunteun 10, bapa bade masihan naon ka Encep?"
Bapa : "Bapa bade masihan duit saratus rebu..!"
Encep : "Alim ah saratus rebu mah, sarebu wae nya, Pa?"
Bapa : "Naha, Cep?"
Encep : "Saratus rebu mah cape ngetangna.."


Ngawulang Di SD

Aya saurang ibu-ibu tumpak angkot, tina dandanana mah siga guru SD eta teh, diuk na angkot di hareup gigireun supir. Bari ngadagoan angkotna pinuh, supir tuluy nanya ka ibu-ibu eta.
Supir : "Dupi ibu ngawulang di SD?"
Bu Guru : "Muhun"
Supir : "Ngawulang Seni...?"
Bu Guru : "Sanes"
Supir : "Agami...?"
Bu Guru : "Sanes..."
Supir : "Ngawulang naon atuh..?"
Bu Guru : "Ngawulang Bahasi....!"
Supir : "Ooo...hh..!" Ceuk supir bari nincak gas.

Sinopsis Mahabarata


Dina karajaan Hastinapura di nagari Barata maréntah Prabu Syamanu ti kulawarga Kuru. la pohara gagah sarta perkasa. Jeung Dewi Gangga manéhna berputra saurang ngaranna Bisma.Dina hiji poé Syantanu nempo putri raja pamayang anu geulis ngaranna Setiawati. Manéhna hayang memperistrinya. Ayah Setiawati rnau méré putrinya asal turunanana jaga dinobatkan jadi raja, sarta lain Bisma. Nempo kedukaan bapana, mangka Bisma nyatujuan paménta raja pamayang. Manéhna jangji moal nungtut hakna luhur Karajaan Hastinapura. Ku kituna Bisma daék henteu nikah, sangkan tjdak aya turunanana jaga anu meureun nungtut hak luhur karajaan éta.Luhur pernikahan Syantanu jeung Setiawati lahirlah Tsitrangada sarta Witsitrawirya. Tsitrangada tiwas ku Gandarwa. Witsitrawirya nikah kalayan 2 jelema putri raja Ambika. Tapi Witsitrawirya maot saméméh aya turunan. Setiawati ménta sangkan Wiyasa (putrana anu lahir luhur perkawinannya jeung Palasara) bisa ngagantikeun Witsitrawirya minangka salaki Ambika sarta Ambalika, ambéh turunanana henteu punah.Wiyasa Saurang Rsi (jelema suci) anu kenamaan. Jeung Ambika manéhna berputra saurang Destarastra. Jeung Ambalika manéhna berputra Pandu. Destarastra nikah jeung Gandari sarta berputra Duryudana kalayan 99 jelema adina. Turunanana ieu disebutkorawa. Pandu nikah jeung Kunti sarta Madri. Turunan Pandu ieu disebut Pandawa. Sabenerna Pandu euweuh turunan. Anakna éta dipibanda luhur perkawinan istri-istrinya kalayan para déwa, nyaéta: Kunti jeung Déwa Darma, lahirlah Yudistira. Kunti jeung Déwa Wahyu, lahirlah Bima. Kunti jeung Déwa Indra, lahirlah Arjuna Kunti jeung Déwa Surya, lahirlah Kama Madri jeung Déwa Aswin, lahirlah Nakula sarta Sadewa (kembar).Sanggeus Pandu wafat tahta karajaan dicekel ku Destarastra. Putra-pufra Pandu (Lima Pandawa) dididik babarengan 100 jelema putra Destarastra. Durno (mamang Korawa) diserahi pancén ngatik barudak éta. Tangtu waé Durno lebihsuka lamun Korawa anu memegahg tahta karajaan jaga. Ditéangna usaba pikeun ngagubragkeun Pandawa. Diajaklah Duryudana berjudi jeung'Yudhistira. Nepi ka-nepi ka Karajaan Astinapura anu ditaruhkan. Alatan Duryudana sok meunang isyarat sarta mamangna, Durno, mangka manéhna sok meunang. Pihak Pandawa henteu daék narima kecurangan éta sarta disampaikanlah ka Desfarastra. Destarastra mendamaikan maranéhanana kalayan mengambalikan hak Pandawa. Tapi Korawa nampik sarta ménta sangkan perjudian dideui balik. Ayeuna kudu ditepati. Pandawa ogé éléh deui ku kituna Karajaan Hastinapura betul-betui kudu dibikeun ka Korawa. Pandawa kudu kaluar ti Hastinapura, -diusir salila 12 warsih.Pandawa ngumbara dina leuweung, nalangsara, sarta kokoro. Sabot keur reureuh dina hiji pondok, sacara reureunceupan pondok dibeuleum luhur suruhan Duryudana, pikeun membinasakan Pandawa. Tapi Pandawa bisa terhindar ti jebakan éta.Dina hiji poé maranéhanana nepi ka di nagari Matsya. Pareng raja Matsya keur ngayakeun swayembara (sayembara). Saha anu bisa mengangkat sarta memanahkan hiji panah anu beurat, pas ngeunaan sasaran, jelema éta baris dijodohkan kalayan putrinya anu geulis, dijadikeun minantuna. Kalayan gampang Arjuna bisa ngalakonanana ku kituna manéhna dinikahkan kalayan putri raja Matsya ngaranna Dropadi. Kitu ogé lima Pandawa séjénna, dikawinkan jeung Dropadi. Jadi perkawinan sacara poliandri, nyaéta saurang pamajikan ngabogaan sawatara urang salaki.Nurutkeun jangji-pasini dina, warsih ke-13 para Pandawa kudu ngiles di tempat anu geus ditangtukeun. Tapi maranéhanana geus megatkeun pikeun sembunyi di istaria Matsya. Sanggeus berlalu mangsa 13 warsih, tibalah waktu pembalasan dendam kaum Pandawa ka Korawa anu diceritakan dina peperangan 18 (dalapan belas) poé di Kuru Ksetra (lapang Kuru).Bagian anu éndah sarta anu penting dina Mahabharata ialah Bhismaparwa (parwa ke-6). Bagian ieu nyaritakeun ngeunaan percakapan Kresna (penjelmaan Déwa Wisnu) jeung Arjuna pahlawan Pandawa, sabot Arjuna dikeputan kamangmang pikeun menggempur barayana kaum Korawa, leuwih-leuwih sanggeus nempo layon bergelimpangan sarta getih bercucuran. Ngaregepkeun kedalan-kedalan Wisnu ngeunaan perjuangan ngadegkeun kebenaran sarta hak, mangka Arjuna ngoréjat sumangetna pikeun bajoang kalayan sagala rupa taktik penyerangan sarta berhasfl ngahontal kameunang.Percakapan Arjuna jeung Kresna (Wisnu) éta disebut Bhagavat Gita (Bhagavat = Pangéran; Gita = madah, nyanyian). Eusina ngeunaan hak, kebenaran, sarta menjauhi hawa napsu sabot ngalakonan kawajiban éta. Bhagavat Gita ieu kaceluk ka sakumna dunya, Geus ditarjamahkeun ka dina sagala rupa basa, contona dina basa: Latin, Inggris, Walanda, Jerman, Perancis, sarta sajabana. Ka dina basa Indonésia ditarjamahkeun ku Amir Hamzah anu dimuat dina majalah Pujangga Anyar.

Sabtu, 18 September 2010

Final Text



Human Reproduction

Social Function: To explain the processes involved in the formation or working of natural or sociocultural phenomena.Generic Structure:- A general statement to position the reader- A sequenced explanation of why or how something occurs.The Reproduction SystemDo you know about reproduction system? Right. Reproduction system is one of important systems in our body and it has big role in keeping human generation. The most important organ in reproduction system is testis and ovarium. The first organ is testis. Testis is a reproduction organ from male. There are many more organs like (p.enis), uretra, prostat, seminalis, tubulus seminiferus, etc. The second is ovarium. Ovarium is a reproduction organ from female. The others organs are vagina, uterus, fallopy tube, etc. It's all important in reproduction system. To be pregnant, it needs some processes. The first is sperm cell coming to the ovum in fallopy tube, then fertilization occurs. From the fertilization, zygoth appears and grows to be a baby about 9 months. This is called pregnancy.One of the human reproductive disease is syphilis. The disease is caused by the bacterium Treponema pallidum and is transmitted mainly through sexual intercourse. This disease consists of several stages. In later stages, syphilis is not only attacking the reproductive organs, but also attack other body organs, such as liver, nervous system and brain. After all, we can conclude that reproduction system is really important in our life. With reproduction, we can keep human generation.

Jumat, 17 September 2010

kidney disease (physicianinterviews)


Narasumber : dr.Haerani Rasyid,M.S.

Penyakit apa yang paling dominan dalam penyakit ginjal?

Penyakit yang dominan adalah diabetes melitus atau kencing manis. Diabetes Melitus (DM) paling banyak diderita sekitar 30-50 persen dari penyakit ginjal lainnya. Ada juga penyakit yang diderita karena ginjal itu sendiri atau disebabkan faktor primer.

Paling banak di usia berapa ?

Kalau penyakit ginjal yang disebabkan DM itu biasanya usianya 45 tahun ke atas. Meskipun ada juga yang usia muda, tapi tidak seberapa. Kalau yang muda lebih banyak karena faktor primer, atau ginjalnya yang mengalami masalah.

Adakah cara-cara untuk khusus untuk meminimalkan angka penderitaan penyakit DM?

Caranya dengan melakukan deteksi dini. dengan mengontrol asupan makanan, tekanan darah tekanan gula darahnya. Dengan cara seperti itu saya resa akan lebih baik.

Bagaimanakah pencegahan penyakit ginjal?

Untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal diabetes, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu: (1)Identifikasi populasi yang berisiko tinggi diabetes Populasi yang berisiko tinggi diabetes, antara lain: individu dengan orang tua atau riwayat keluarga diabetes dan individu dengan obesitas atau kegemukan. Pada kelompok ini, secara berkala harus diperiksakan kadar gula darah dan dianjurkan untuk melakukan gerak badan secara teratur dan mengontrol berat badannya.

Regulasi gula darah pada penderita diabetes. Regulasi gula darah dapat dilakukan dengan diet, obat-obat antidiabetik, dan atau pemberian insulin. Pengobatan diabetes harus dilakukan secara kontinu seumur hidup di bawah arahan dokter.

Deteksi dini kelainan ginjal akibat diabetes. Deteksi dini dilakukan dengan memeriksa secara teratur, minimal setahun sekali, jumlah protein yang dikeluarkan oleh ginjal. Apabila sudah terjadi peningkatan pengeluaran protein dari ginjal (> 30 mg/24 jam) maka ini berarti sudah terjadi kerusakan ginjal. Pada saat ini, sudah harus diberikan obat-obat yang ditujukan
untuk mengurangi pengeluaran protein oleh ginjal.

Mengontrol faktor risiko lain. Pada pasien diabetes sering ditemukan peningkatan kolesterol dan peningkatan tekanan darah. Kedua hal ini harus diobati secara ketat apabila dijumpai pada penderita diabetes. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah merokok yang harus dihentikan.

Harapan Anda?

Kita berharap agar masyarakat bisa tahu, bahwa betapa pentingnya ginjal di dalam kehidupan kita ini, karena kalau ginjal bermasalah, matinya bukan karena ginjal, melainkan karena komplikasi lain, sehingga pendeteksian dini masalah-masalah penyakit ginjal, dalam hal ini pendeteksian ginjal kronis atau gagal ginjal sangatlah penting.

Article Human Reproduction

'Human reproduction'

The reproductive system or genital system is a system of organs within an organism which work together for the purpose of reproduction. Many non-living substances such as fluids, hormones, and pheromones are also important accessories to the reproductive system. Unlike most organ systems, the sexes of differentiated species often have significant differences. These differences allow for a combination of genetic material between two individuals, which allows for the possibility of greater genetic fitness of the offspring.

The major organs of the human reproductive system include the external genitalia (penis and vulva) as well as a number of internal organs including the gamete producing gonads (testicles and ovaries). Diseases of the human reproductive system are very common and widespread, particularly communicable sexually transmitted diseases

Adolescent Reproductive Health Why is it Important?


Adolescence is a critical period in the development process of human reproduction. During this age, teenagers started to be interested in matters of reproduction, exploiting the sensations they feel, to know the meaning of sexual relations and the development of sexuality, therefore it needs a good self-management of physical, psychological, and intellectual. When the teenagers must fight to recognize what they experienced at the physical changes, social psychological puberitas result, the community is working with a strong hide everything about sex and kespro, leaving millions of question marks in the minds of teenagers.

How Important Youth Understanding Organ reproduction?

The need for adolescents to understand the reproductive organs is an ongoing process. This should be tailored to the circumstances teenagers, both age, level of need, load (content). This is aligned with the ability of adolescents to digest information about sex so it does not affect the misuse of information that jeopardize the formation of his moral character. Sex education does not only include the questions and answers about sex. Exemplary parents and educators, habituation of good morals, respect for members of the body especially the reproductive organs and genitals planting responsibility of keeping their reproductive organs.

Human reproductive system

Human reproduction takes place as internal fertilization by sexual intercourse. During this process, the erect penis of the male is inserted into the female's vagina until the male ejaculates semen, which contains sperm, into the female's vagina. The sperm then travels through the vagina and cervix into the uterus or fallopian tubes for fertilization of the ovum. Upon successful fertilization and implantation, gestation of the foetus then occurs within the female's uterus for approximately nine months, this process is known as pregnancy in humans. Gestation ends with birth, the process of birth is known as labor. Labor consists of the muscles of the uterus contracting, the cervix dilating, and the baby passing out the vagina. Human's babies and children are nearly helpless and require high levels of parental care for many years. One important type of parental care is the use of the mammary glands in the female breasts to nurse the baby.

Humans have a high level of sexual differentiation. In addition to differences in nearly every reproductive organ, numerous differences typically occur in secondary sexual characteristics.

Male reproductive system

The human male reproductive system is a series of organs located outside of the body and around the pelvic region of a male that contribute towards the reproductive process. The primary direct function of the male reproductive system is to provide the male gamete or spermatozoa for fertilization of the ovum.

The major reproductive organs of the male can be grouped into three categories. The first category is sperm production and storage. Production takes place in the testes which are housed in the temperature regulating scrotum, immature sperm then travel to the epididymis for development and storage. The second category are the ejaculatory fluid producing glands which include the seminal vesicles, prostate, and the vas deferens. The final category are those used for copulation, and deposition of the spermatozoa (sperm) within the male, these include the penis, urethra, vas deferens, and Cowper's gland.

Major secondary sexual characteristics includes: larger, more muscular stature, deepened voice, facial and body hair, broad shoulders, and development of an adam's apple. An important sexual hormone of males is androgen, and particularly testosterone.

Male reproductive organs and their functions

testes, producing sperm and male sex hormones (testosterone)
scrotum, the sac that contains the testes and arrange a suitable temperature for the life of sperm
epididymis, where sperm maturation
vas deferens, ducts of the testicular sperm into sperm bags
seminal vesicles, sperm from the testes shelter
prostate gland, producing a liquid base to protect sperm from outside influences
cowpery gland, producing mucus to lubricate the sperm exit the body's channels
penis, a tool to enter the sperm cell into the female body (tool copulation)
urethra, bringing the sperm and urine exit or sperm into the urinary tract

Female reproductive system

The human female reproductive system is a series of organs primarily located inside of the body and around the pelvic region of a female that contribute towards the reproductive process. The human female reproductive system contains three main parts: the vagina, which acts as the receptacle for the male's sperm, the uterus, which holds the developing fetus, and the ovaries, which produce the female's ova. The breasts are also an important reproductive organ during the parenting stage of reproduction.

The vagina meets the outside at the vulva, which also includes the labia, clitoris and urethra; during intercourse this area is lubricated by mucus secreted by the Bartholin's glands. The vagina is attached to the uterus through the cervix, while the uterus is attached to the ovaries via the fallopian tubes. At certain intervals, typically approximately every 28 days, the ovaries release an ovum, which passes through the fallopian tube into the uterus. The lining of the uterus, called the endometrium, and unfertilized ova are shed each cycle through a process known as menstruation.

Major secondary sexual characteristics include: a smaller stature, a high percentage of body fat, wider hips, development of mammary glands, and enlargement of breasts. Important sexual hormones of females include estrogen and progesterone.

Famale reproductive organs and their functions

ovarium, tempat memproduksi sel telur
oviduk, membawa sel telur dari ovarium menuju uterys dan tempat terjadinya fertilisasi
uterus, temapat tumbuh dan berkembangnya zigot
vagina, alat kopulasi atau perkawinan

Production of gametes

The production of gametes takes place within the gonads through a process known as gametogenesis. Gametogenesis occurs when certain types of germ cells undergo meiosis to split the normal diploid number of chromosomes in humans (n=46) into haploids cells containing only 23 chromosomes.

In males this process is known as spermatogenesis and takes place only after puberty in the seminiferous tubules of the testes. The immature spermatozoon or sperm are then sent to the epididymis where they gain a tail and motility. Each of the original diploid germs cells or primary spermatocytes forms four functional gametes which is each capable of fertilization.

In females gametogenesis is known as oogenesis which occurs in the ovarian follicles of the ovaries. This process does not produce mature ovum until puberty. In contrast with males, each of the original diploid germ cells or primary oocytes will form only one mature ovum, and three polar bodies which are not capable of fertilization.

It has long been understood that in females, unlike males, all of the primary oocytes ever found in a female will be created prior to birth, and that the final stages of ova production will then not resume until puberty.However, recent scientific data has challenged that hypothesis. This new data indicates that in at least some species of mammal oocytes continue to be replenished in females well after birth.

Development of the reproductive system


The development of the reproductive system and urinary systems are closely tied in the development of the human fetus. Despite the differences between the adult male and female reproductive system, there are a number of homologous structures shared between them due to their common origins within the fetus. Both organ systems are derived from the intermediate mesoderm. The three main fetal precursors of the reproductive organs are the Wolffian duct, Müllerian ducts, and the gonad. Endocrine hormones are a well known and critical controlling factor in the normal differentiation of the reproductive system.

The Wolffian duct forms the epididymis, vas deferns, ductus deferens, ejaculatory duct, and seminal vesicle in the male reproductive system and essentially disappears in the female reproductive system. For the Müllerian Duct this process is reversed as it essentially disappears in the male reproductive system and forms the fallopian tubes, uterus, and vagina in the female system. In both sexes the gonad goes on to form the testes and ovaries, because they are derived from the same undeveloped structure they are considered homologous organs. There are a number of other homologous structures shared between male and female reproductive systems. However, despite the similarity in function of the female fallopian tubes and the male epididymis and vas deferens, they are not homologous but rather analogous structures as they arise from different fetal structures.

Diseases of the human reproductive system


Like all complex organ systems the human reproductive system is affected by many diseases. There are four main categories of reproductive diseases in humans. They are: 1) genetic or congenital abnormalities, 2) cancers, 3) infections which are often sexually transmitted diseases, and 4) functional problems cause by environmental factors, physical damage, psychological issues, autoimmune disorders, or other causes. The best known type of functional problems include sexual dysfunction and infertility which are both broad terms relating to many disorders with many causes.

Specific reproductive diseases are often symptoms of other diseases and disorders, or have multiple, or unknown causes making them difficult to classify. Examples of unclassifiable disorders include Peyronie's disease in males and endometriosis in females. Many congenial conditions cause reproductive abnormalities but are better known for their other symptoms, these include: Turner syndrome, Klinefelter's syndrome, Cystic fibrosis, and Bloom syndrome.

It is also known that disruption of the endocrine system by certain chemical adversely affects the development of the reproductive system and can cause vaginal cancer. Many other reproductive diseases have also been link to exposure to synthetic and environmental chemicals. Common chemicals with known links to reproductive disorders include: lead, dioxin, styrene, toluene, and pesticides.

Examples of congenital abnormalities

Kallmann syndrome - Genetic disorder causing decreased functioning of the sex hormone-producing glands caused by a deficiency of a hormone.
Cryptorchidism - Absence of one or both testes from the scrotum.
Androgen insensitivity syndrome - A genetic disorder causing people who are genetically male (i.e. XY chromosome pair) to develop sexually as a female due to an inability to utilize androgen.
Intersexuality - A person who has genitalia and/or other sexual traits which are not clearly male or female.

Examples of cancers

Prostate cancer - Cancer of the prostate gland.
Breast cancer - Cancer of the mammary gland.
Ovarian cancer - Cancer of the ovary.
Penile cancer - Cancer of penis.
Uterine cancer - Cancer of the uterus.
Testicular cancer - Cancer of the testicles.
Cervical Cancer - Cancer of the cervix.

Examples of infections

HIV - Infection by the retrovirus known as human immunodeficiency virus.
Genital warts - Sexually transmitted infection caused by some sub-types of human papillomavirus (HPV).
Herpes simplex - Sexually transmitted infection caused by a virus called herpes simplex virus (HSV) type 2
Gonorrhea - Common sexually transmitted disease caused by the Gram-negative bacterium Neisseria gonorrheae
Yeast infection - Infection of the vagina by any species of the fungus genus Candida.
Pelvic inflammatory disease - Painful infection of the female uterus, fallopian tubes, and/or ovaries with associated scar formation and adhesions to nearby tissues and organs.
Syphilis - Sexually transmitted infection caused by the bacterium Treponema pallidum.
Pubic lice - Infection of the pubic hair by crab lice, Phthirius pubis.
Trichomoniasis - Sexually transmitted infection by the single-celled protozoan parasite Trichomonas vaginalis.

Examples of functional problems

Impotence - The inability of a male to produce or maintain an erection.
Hypogonadism - A lack of function of the gonads, in regards to either hormones or gamete production.
Ectopic pregnancy - When a fertilized ovum is implanted in any tissue other than the uterine wall.
Hypoactive sexual desire disorder - A low level of sexual desire and interest.
Female sexual arousal disorder - A condition of decreased, insufficient, or absent lubrication in females during sexual activity
Premature ejaculation - A lack of voluntary control over ejaculation.